June 22, 2026
June 22, 2026
June 22, 2026
June 22, 2026
April 25, 2026
Pada tanggal 20 september diselengarakannya konferensi Advancing Climate Financing for Climate Resilience pada konferensi ini juga dihadiri oleh Family Farmer Organization yang tersebar di 15 negara Asia. Konferensi ini, yang sejalan dengan sidang umum ke-11 Asian Farmers Association (AFA), diselenggarakan oleh National Land Rights Forum-Nepal (NLRF), Central Tea Cooperative Federation (CTCF)
April 25, 2026
Permintaan terhadap produk organik di Indonesia terus meningkat seiring kesadaran konsumen akan kesehatan dan lingkungan. Namun, sertifikasi organik di Indonesia menghadapi tantangan besar karena proses yang sulit dan biaya yang cukup mahal. Sertifikasi oleh pihak ke tiga memerlukan biaya yang mahal dimana hal ini menjadi kendala bagi petani kecil. Akibatnya, banyak petani yang tidak mampu memperoleh sertifikasi dan memilih cara alternatif untuk meyakinkan konsumen tentang keaslian produk organik mereka. Seringkali harga yang ditetapkan untuk produk pertanian organik dihargai sama dengan produk pertanian konvensional jika produk tidak memiliki sertifikasi organik.
April 25, 2026
Chiayi, Taiwan, 30 November 2024 - Jaringan Masyarakat Tani Indonesia (JAMTANI) turut berpartisipasi dalam Organic World Congress (OWC) ke 21 yang diselenggarakan di Nanhua University, Chiayi, Taiwan, pada 30 November 2024
April 25, 2026
Pangandaran, 9 Mei 2025 — Di tengah tantangan perubahan iklim global, pemuda Pangandaran menunjukkan bahwa mereka bukan hanya bagian dari masa depan, tetapi mereka juga menjadi motor penggerak perubahan.
April 25, 2026
Setelah berubah nama dari Badan Sertifikasi dan Instrument Pertanian (BSIP) kini menjadi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) JAMTANI berkesempatan pada Tanggal 25-26 Juni 2025, melakukan kunjungan resmi ke Balai Riset dan Mekanisasi Pertanian (BRMP), Kementerian Pertanian di Pati, Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk berdiskusi dan memperkuat kerja sama dalam pengembangan dan penerapan metode pengukuran emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di sektor pertanian, sehingga bisa berkontriusi dalam penurunan emisi nasional.





