Adaptasi

June 22, 2026

Penguatan Konsep Kemandirian Pangan Petani melalui Kunjungan ke Joglo Tani Indonesia

“Konsep kemandirian pangan dan kedaulatan pangan memiliki arti yang berbeda, kemandirian pangan artinya setiap masyarakat khususnya petani berusaha mengupayakan pangannya sendiri. Sedangkan kedaulatan pangan hanya berfokus pada ‘tersedianya’ pangan yang bisa saja bersumber dari pihak lain” ujar TO Suprapto, pendiri Joglo Tani Indonesia.
June 22, 2026

JAMTANI Perkuat Usaha Petani Kecil melalui Kewirausahaan Sosial dan Pemasaran Kolektif

Depok, 19–20 Agustus 2025 — Jaringan Masyarakat Tani Indonesia (JAMTANI) melalui staf pemasaran berpartisipasi dalam pelatihan “Membangun Kewirausahaan Sosial dalam Ekosistem Bisnis Organik” yang diselenggarakan oleh Aliansi Organis Indonesia (AOI) di Wisma Hijau, Depok, Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti oleh pelaku usaha, produsen organik, kelompok tani, koperasi, serta UMKM dari berbagai wilayah di Indonesia.
June 22, 2026

Results of JAMTANI’s Research with Humboldt University on the Impact of COVID-19 on Farmers in Java

Dampak COVID-19 terhadap sector Pertanian dan Petani dikaji oleh SLE Humbolt Berlin University melalui Penelitian Partisipatif yang melibatkan Petani di 4 Negara yaitu Indonesia, Mozambique, South Africa, and Zimbabwe. Di Indonesia SLE bekerjasama dengan JAMTANI dan mengembangkan riset dengan Judul “JAVA UNDER LARGE-SCALE SOCIAL RESTRICTIONS Coping with COVID-19 challenges to local food systems“.
June 22, 2026

JAMTANI Hadiri AGRIMAT 2025: Dorong Inovasi Pertanian Ramah Iklim untuk Petani Muda

Semarang, 17–19 Juli 2025 — Dalam rangka mendorong adopsi teknologi dan inovasi pertanian di kalangan petani muda, JAMTANI menghadiri pameran besar yang digelar secara terpadu di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang: AGRIMAT 2025 dan Jateng Cold Chain Expo
June 22, 2026

JAMTANI Peduli Pencegahan COVID-19

Melalui Riset yang dilakukan pada April 2020 bersama dengan Humboldt University terhadap petani dampingan JAMTANI menunjukkan hasil bahwa petani memiliki akses terbatas ke pertanian dan pasar mereka, dan dipaksa untuk mengembangkan pendekatan baru untuk memenuhi kebutuhan mereka. Hasil paling mencolok dari studi ini adalah bahwa para petani tidak menganggap COVID-19 sebagai ancaman terbesar bagi mata pencaharian mereka tetapi lebih merasa terancam oleh ketidaksetaraan sosial dan terutama, perubahan iklim.
June 22, 2026

JAMTANI together with Humboldt University Germany conducted Research on the impact of COVID-19 on Farmers

Melalui rilis yang dikeluarkan Rabu (11/3) lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan pernyataan kalau kasus corona yang menyebabkan COVID-19 adalah pandemi. COVID-19 sebagai pandemi, maka WHO berharap negara-negara lain bisa lebih agresif dalam mengambil tindakan pencegahan dan perawatan.