Adaptasi

June 22, 2026

Penguatan Konsep Kemandirian Pangan Petani melalui Kunjungan ke Joglo Tani Indonesia

“Konsep kemandirian pangan dan kedaulatan pangan memiliki arti yang berbeda, kemandirian pangan artinya setiap masyarakat khususnya petani berusaha mengupayakan pangannya sendiri. Sedangkan kedaulatan pangan hanya berfokus pada ‘tersedianya’ pangan yang bisa saja bersumber dari pihak lain” ujar TO Suprapto, pendiri Joglo Tani Indonesia.
June 22, 2026

Results of JAMTANI’s Research with Humboldt University on the Impact of COVID-19 on Farmers in Java

Dampak COVID-19 terhadap sector Pertanian dan Petani dikaji oleh SLE Humbolt Berlin University melalui Penelitian Partisipatif yang melibatkan Petani di 4 Negara yaitu Indonesia, Mozambique, South Africa, and Zimbabwe. Di Indonesia SLE bekerjasama dengan JAMTANI dan mengembangkan riset dengan Judul “JAVA UNDER LARGE-SCALE SOCIAL RESTRICTIONS Coping with COVID-19 challenges to local food systems“.
April 25, 2026

JAMTANI attended the Advancing Climate Finance for Climate Resilience conference with Family Farmers Organization

Pada tanggal 20 september diselengarakannya konferensi Advancing Climate Financing for Climate Resilience pada konferensi ini juga dihadiri oleh Family Farmer Organization yang tersebar di 15 negara Asia. Konferensi ini, yang sejalan dengan sidang umum ke-11 Asian Farmers Association (AFA), diselenggarakan oleh National Land Rights Forum-Nepal (NLRF), Central Tea Cooperative Federation (CTCF)
April 25, 2026

JAMTANI organizes National Meeting for Organic Quality Assurance (PAMOR)

Permintaan terhadap produk organik di Indonesia terus meningkat seiring kesadaran konsumen akan kesehatan dan lingkungan. Namun, sertifikasi organik di Indonesia menghadapi tantangan besar karena proses yang sulit dan biaya yang cukup mahal. Sertifikasi oleh pihak ke tiga memerlukan biaya yang mahal dimana hal ini menjadi kendala bagi petani kecil. Akibatnya, banyak petani yang tidak mampu memperoleh sertifikasi dan memilih cara alternatif untuk meyakinkan konsumen tentang keaslian produk organik mereka. Seringkali harga yang ditetapkan untuk produk pertanian organik dihargai sama dengan produk pertanian konvensional jika  produk tidak memiliki sertifikasi organik.
April 25, 2026

JAMTANI presentasikan artikelnya pada Kongres Organik Dunia

Chiayi, Taiwan, 30 November 2024 - Jaringan Masyarakat Tani Indonesia (JAMTANI) turut berpartisipasi dalam Organic World Congress (OWC) ke 21 yang diselenggarakan di Nanhua University, Chiayi, Taiwan, pada 30 November 2024
April 25, 2026

“Seribu Pohon, Sejuta Harapan”: Gerakan Hijaukan Pangandaran di Alun-Alun

Pangandaran, 9 Mei 2025 — Di tengah tantangan perubahan iklim global, pemuda Pangandaran menunjukkan bahwa mereka bukan hanya bagian dari masa depan, tetapi mereka juga menjadi motor penggerak perubahan.
April 25, 2026

Penurunan emisi nasional khususnya sektor pertanian melalui pengukuran oleh petani di lahan.

Setelah berubah nama dari Badan Sertifikasi dan Instrument Pertanian (BSIP) kini menjadi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) JAMTANI berkesempatan pada Tanggal 25-26 Juni 2025, melakukan kunjungan resmi ke Balai Riset dan Mekanisasi Pertanian (BRMP), Kementerian Pertanian di Pati, Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk berdiskusi dan memperkuat kerja sama dalam pengembangan dan penerapan metode pengukuran emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di sektor pertanian, sehingga bisa berkontriusi dalam penurunan emisi nasional.
April 25, 2026

Asean People Forum in Kuala Lumpur

asyarakat sipil di seluruh Asia Tenggara dengan tema besar “Our ASEAN : Peoples at the core” bersatu melalui pembahasan 18 kelompok tematik seperti hak masyarakat adat, energy terbarukan,biodiversity, Lingkungan, migrasi, hak konsumen dll. Lebih dari 200 organisasi hadir untuk menilai, melibatkan, dan memengaruhi arah ASEAN menuju tahun 2025 dan seterusnya.