Building Climate Resillience Farmers

I have worked in agriculture since 1992, focusing on sustainable farming and climate change adaptation. My experience includes managing projects such as Climate Adaptation Learning Process, Reforestation of Mangrove Forest in Brebes, and CRAIIP. I have also shared knowledge in international forums like the World Food Summit and COP on Climate Change, continuing my commitment to empowering farmers and promoting resilient agriculture. 

Research, Publications, and Field Practices

A collection of research, publications, and field-based practices documenting real actions to strengthen farmers’ resilience to climate change
SEE MY PUBLICATION


26

National and International Scientific Journal Since 2013

I focus on how to improve farmers' resilience to the negative impacts of climate change through these three aspects

Network 

Latest Insights

Selected writings, field reflections, and recent activities on climate-resilient agriculture.

April 25, 2026

JAMTANI presentasikan artikelnya pada Kongres Organik Dunia

Jaringan Masyarakat Tani Indonesia (JAMTANI) memperesentasikan penglamannya terkait benih pada kegiatan Farmer-to-Farmer Learning for Climate Resilient Seed Systems yang diselenggarakan di Phnom Penh dan kampong Chnnang province Kamboja, pada 29 September hingga 1 Oktober 2025. Kegiatan ini di organisir oleh Farmers and Nature Net Association (FNN) bersama Asian Farmers Association (AFA) dengan dukungan Swiss Philanthropy Foundation for Farmers Organization Restorative Action (FFORA).
April 25, 2026

JAMTANI organizes National Meeting for Organic Quality Assurance (PAMOR)

Permintaan terhadap produk organik di Indonesia terus meningkat seiring kesadaran konsumen akan kesehatan dan lingkungan. Namun, sertifikasi organik di Indonesia menghadapi tantangan besar karena proses yang sulit dan biaya yang cukup mahal. Sertifikasi oleh pihak ke tiga memerlukan biaya yang mahal dimana hal ini menjadi kendala bagi petani kecil. Akibatnya, banyak petani yang tidak mampu memperoleh sertifikasi dan memilih cara alternatif untuk meyakinkan konsumen tentang keaslian produk organik mereka. Seringkali harga yang ditetapkan untuk produk pertanian organik dihargai sama dengan produk pertanian konvensional jika  produk tidak memiliki sertifikasi organik.
April 25, 2026

JAMTANI Dorong Ekspansi Produk Organik Indonesia di Pasar Asia melalui Organic Festa 2025 di Shanghai

Jaringan Masyarakat Tani Indonesia (JAMTANI) memperesentasikan penglamannya terkait benih pada kegiatan Farmer-to-Farmer Learning for Climate Resilient Seed Systems yang diselenggarakan di Phnom Penh dan kampong Chnnang province Kamboja, pada 29 September hingga 1 Oktober 2025. Kegiatan ini di organisir oleh Farmers and Nature Net Association (FNN) bersama Asian Farmers Association (AFA) dengan dukungan Swiss Philanthropy Foundation for Farmers Organization Restorative Action (FFORA).