Building Climate Resillience Farmers

I have been an agricultural practitioner since 1992 and established a farmers group at the village level in 1995. I am cultivating potato seeds, vegetables, rice and managing forest product. I remain committed to empowering farmers, strengthening their resilience, promoting sustainable and climate resilient agriculture. After long journey I am became founder of JAMTANI, a national farmers’ association in 2018. My experience includes managing various projects such as...

Research, Publications, and Field Practices

A collection of research, publications, and field-based practices documenting real actions to strengthen farmers’ resilience to climate change
SEE MY PUBLICATION


26

National and International Scientific Journal Since 2013

I focus on how to improve farmers' resilience to the negative impacts of climate change through these three aspects

Network 

Latest Insights

Selected writings, field reflections, and recent activities on climate-resilient agriculture.

June 22, 2026

Promotion of Shallot Cultivation in the Context of Climate Change by JAMTANI, BRIN and Pangandaran District Agriculture Department

Pada 09 Juli 2024, JAMTANI, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran mengadakan workshop konsultasi multipihak untuk mempromosikan budidaya bawang merah dalam konteks perubahan iklim. Acara ini dihadiri oleh petani dampingan JAMTANI, akademisi, peneliti, dan perwakilan pemerintah.
June 22, 2026

Petani Bersuara Menuntut Pengesahan RUU Keadilan Iklim

Jakarta, 26-28 Agustus 2025 – Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 resmi dibuka di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, sebagai forum rakyat untuk menyatukan suara menghadapi krisis iklim. Acara yang digagas oleh Aliansi Rakyat untuk Keadilan Iklim (ARUKI) ini dihadiri berbagai organisasi masyarakat sipil. Jaringan Masyarakat Tani Indonesia (JAMTANI) turut hadir membawa aspirasi petani yang menjadi garda terdepan terdampak perubahan iklim.
April 25, 2026

Penurunan emisi nasional khususnya sektor pertanian melalui pengukuran oleh petani di lahan.

Setelah berubah nama dari Badan Sertifikasi dan Instrument Pertanian (BSIP) kini menjadi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) JAMTANI berkesempatan pada Tanggal 25-26 Juni 2025, melakukan kunjungan resmi ke Balai Riset dan Mekanisasi Pertanian (BRMP), Kementerian Pertanian di Pati, Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk berdiskusi dan memperkuat kerja sama dalam pengembangan dan penerapan metode pengukuran emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di sektor pertanian, sehingga bisa berkontriusi dalam penurunan emisi nasional.